Teks Deskripsi

Posted on
Teksi Deskripsi

Teks deskripsi, eksposisi, hingga penjelasan dan beberapa teks lainnya adalah sebagian materi yang diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Setiap teks memiliki karakteristik yang membedakan satu teks dengan teks lainnya. Pada artikel edisi kali ini, kami membahas segala hal yang berhubungan dengan deskripsi teks.

Dalam belajar bahasa Indonesia, ada banyak jenis teks yang Anda pelajari dan temui sehari-hari saat Anda membaca. Namun terkadang jika ditanya teks seperti apa yang kita baca, seringkali kita salah kaprah dan butuh banyak waktu untuk berpikir sebelum menjawab.

Kali ini kami akan membahas salah satu jenis teks bahasa Indonesia yaitu teks deskripsi lengkap beserta ciri dan tipenya.

Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang ide utamanya dikembangkan dengan cara dijelaskan atau dikembangkan secara jelas.

Dalam arti lain, teks deskriptif dapat diartikan sebagai paragraf yang secara jelas menggambarkan peristiwa, objek, atau tempat dalam bacaan yang menjadi topik pembacanya.

Teks uraian dideskripsikan dengan cara yang sejelas mungkin sehingga pembaca dapat merasakan secara langsung atau seolah-olah ada dalam teks cerita, sehingga apa yang penulis sampaikan kepada pembaca dapat dipahami dengan mudah.

Secara umum penulis menjelaskan teks dengan menggunakan ilustrasi seperti rasa, warna, rasa, keadaan atau kesan sesuai dengan topik yang ingin disampaikan. Keberhasilan teks deskriptif ini dapat diukur ketika pembaca dapat merasakan, melihat atau mendengar objek dan peristiwa yang sedang dijelaskan.

Menurut Para Ahli

a. KBBI

“Deskripsi adalah uraian atau penjelasan dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan rinci”.

Dalam penjelasan ini bisa berupa benda, suasana, tempat dan lain-lain. Isinya menjelaskan sesuatu dengan memperhatikan hal-hal secara detail sehingga bisa menjadi teks atau cerita yang mudah dibaca dan dipahami.

b. Taufiqur Rahman

Dalam tulisannya yang berjudul Text in Structural and Linguistic Studies (2017) disebutkan bahwa kata deskripsi berasal dari bahasa latin deskripere yang artinya mendeskripsikan atau memberikan informasi tentang sesuatu.

Ciri Umum Teks Deskripsi

  1. Berisi deskripsi atau penjelasan tentang suatu benda
  2. Penggambaran atau penjelasan suatu objek yang menjadi topiknya dituliskan secara mendetail agar pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang diuraikan dalam teks tersebut.
  3. Pembaca merasakan, melihat, mendengarkan, atau mengalami secara langsung apa yang disajikan dalam teks.
  4. Mendeskripsikan objek berdasarkan warna, bentuk, ukuran, serta ciri fisik dan psikologis objek tersebut secara detail.

Karakteristik dalam hal Penggunaan Bahasa

  1. Gunakan kata-kata khusus untuk mendeskripsikan objek (detail warna merah, kuning, hijau).
  2. Gunakan kalimat rinci untuk mendeskripsikan objek.
  3. Menggunakan sinonim dengan emosi yang kuat.
  4. Menggunakan majas untuk mendeskripsikan secara konkret.
  5. Teks deskriptif yang menunjukkan kata ganti orang

Tipe Teks Deskripsi

Dilihat dari bentuknya, teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori, yaitu teks deskriptif yang berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskriptif yang merupakan bagian dari teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dsb).

Sedangkan berdasarkan objeknya, teks deskripsi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Teks deskripsi subyektif adalah teks deskriptif yang menggambarkan objek menurut kesan yang dimiliki penulis.
  2. Teks deskripsi spasial adalah teks deskriptif yang mendeskripsikan objek berupa tempat, objek, spasi, dan lain-lain.
  3. Teks deskripsi obyektif merupakan teks deskriptif yang mendeskripsikan objek sebagaimana adanya / berdasarkan kondisi sebenarnya tanpa menambahkan pendapat penulis.

Struktur Teks Deskripsi

  1. Identifikasi / Pernyataan Umum: berisi gambaran tentang suatu objek.
  2. Uraian Bagian: berisi uraian lebih lanjut tentang uraian umum secara jelas dan rinci untuk memberikan efek emosional kepada pembaca sehingga apa yang dijelaskan dalam teks dapat dilihat, didengar atau dirasakan oleh pembaca sendiri.
  3. Kesimpulan / Kesan

Kaidah Kebahasaan

  1. Menggunakan kata-kata yang merujuk ke nama objek bersama dengan kata ganti persona.
  2. Menggunakan kata kerja kopula, seperti adalah, ialah, merupakan, yaitu.
  3. Menggunakan kata kerja material (kata kerja menunjukkan tindakan fisik). Contoh: berdiri, melompat.
  4. Banyak menggunakan kata sifat (kata sifat untuk mendeskripsikan objek). Contoh: putih, bening, bersih, panjang.

Langkah-langkah untuk Menyusun Teks Deskripsi

  1. Tentukan atau pilih sebuah objek.
  2. Tentukan tujuan teks.
  3. Kumpulkan data dan tentukan detail yang mencakup struktur teks.
  4. Membuat garis besar tulisan kemudian mengembangkan garis besar tulisan.

Contoh Teks Deskripsi

Harimau

Harimau Sumatera atau yang memiliki nama ilmiah Panthera Tigris Sumatrae merupakan spesies endemik Indonesia yang menarik. Harimau ini memiliki penampilan yang khas dan berbeda dengan jenis harimau pada umumnya.

Harimau Sumatera memiliki motif garis-garis berwarna oranye dan hitam. Pola hitam memiliki lebar dan jarak yang cukup rapat, terkadang sampai ditempel. Bisa dibilang, belang-belang harimau sumatera tampak lebih tipis dibandingkan subspesies harimau lainnya.

Motif garis-garis inilah yang menjadi salah satu kekuatan kamuflase harimau jenis ini. Selain itu, motif garis-garis ini juga berperan sebagai pembeda antara individu harimau dengan individu lainnya. Fungsi motif ini menyerupai pola sidik jari manusia yang unik satu sama lain.

Di antara semua sub-spesies harimau, harimau Sumatera memiliki warna paling gelap. Sub-spesies ini juga memiliki lebih banyak jenggot dan surai dibandingkan sub-spesies harimau lainnya.

Selain dari itu ukuran tubuhnya pula yang paling kecil. Untuk harimau berjenis kelamin jantan, rata-rata panjang tubuhnya berkisar 92 inci dari ujung kepala sampai kakinya atau sekitar 250 cm, dengan berat sekitar 300 kilogram atau sekitar 140 kg. Jantan dewasa juga bisa mencapai tinggi 60 cm.

Sedangkan harimau Sumatera betina rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dengan berat 200 kilogram atau sekitar 91 kg. Jari-jari harimau sumatera juga unik karena memiliki selaput.

Selaput di antara jari-jari harimau Sumatera ini membuatnya menjadi perenang yang baik. Ia mampu berenang dengan cepat sehingga dapat berburu mangsa di dalam air. Ia berbeda dengan kucing rumahan yang tidak suka air.

Baca Juga Artikel Kami Yang Lainnya:

Demikian penjelasan kami tentang Teks Deskripsi, semoga dapat menambah wawasan anda semua.