Produk Nasional Bruto (PNB)

Posted on

Teraaveu.com – Dalam ekonomi atau sistem ekonomi pasti kalian pernah mendengar istilah Produk Nasional Bruto atau disingkat PNB. Apasih yang dimaksud dengan PNB? Yuk simak sampai habis ya…

Pengertian Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (PNB) dalam bahasa inggris Gross National Product (GNP) adalah perkiraan nilai total dari seluruh produk dan jasa terakhir yang dihasilkan dalam satu periode tertentu dengan alat produksi yang dimiliki oleh masyarakat di suatu negara.

PNB biasanya dihitung dengan mengambil jumlah pengeluaran konsumsi pribadi, pengeluaran pemerintah, investasi domestik swasta, ekspor bersih dan pendapatan apapun yang diperoleh individu dari investasi luar negeri, dikurangi pendapatan yang diperoleh dalam ekonomi domestik oleh penduduk asing.

Ekspor neto mewakili perbedaan antara apa yang diekspor suatu negara dikurangi impor barang dan jasa

PNB terkait dengan Produk Domestik Bruto (PDB), yang memperhitungkan seluruh output yang diproduksi di dalam perbatasan suatu negara terlepas dari siapa yang memiliki alat produksi.

PNB dimulai dengan PDB, menambah pendapatan investasi penduduk dari investasi luar negeri, dan mengurangi pendapatan investasi penduduk asing yang diperoleh dalam suatu negara. (Untuk bacaan terkait, lihat artikel “Perbedaan PDB dan PNB”)

Memahami Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto

PNB mengukur nilai moneter total dari output yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara. Oleh karena itu, setiap output yang dihasilkan oleh penduduk asing di dalam perbatasan negara harus dikecualikan dalam penghitungan PNB.

Sementara output apa pun yang dihasilkan oleh penduduk negara di luar perbatasannya harus dihitung. PNB tidak termasuk barang dan jasa perantara untuk menghindari double-counting karena sudah termasuk dalam nilai barang dan jasa akhir

AS menggunakan PNB hingga 1991 sebagai ukuran utama kegiatan ekonomi. Setelah titik itu, ia mulai menggunakan PDB sebagai gantinya karena dua alasan utama.

Pertama, karena PDB lebih sesuai dengan data ekonomi AS lainnya seperti lapangan kerja dan produksi industri yang seperti kegiatan pengukuran PDB di batas AS dan mengabaikan kebangsaan.

Kedua, peralihan ke PDB adalah untuk memfasilitasi perbandingan lintas negara karena sebagian besar negara lain pada saat itu menggunakan PDB.

Baca juga: Ekonomi Makro

Barang dan Jasa

PNB mencakup nilai agregat barang, seperti mobil, rumah, makanan, dan minuman, serta nilai layanan seperti biaya hukum dan medis yang diproduksi dan dibeli oleh suatu negara selama jangka waktu tertentu.

Nilai pasar dari keluaran ini ditambahkan bersama untuk menghitung PNB. Berikut beberapa karakteristik penting yang perlu diperhatikan tentang input data:

  1. PNB dihitung menggunakan nilai barang dan jasa akhir (dan hanya final) yang diproduksi. Misalnya kayu dijual ke pabrik kertas. Produsen kertas membuat kertas dari kayu. Kertas tersebut kemudian dijual ke produsen buku, yang kemudian menjual buku tersebut ke penerbit, yang menjualnya ke toko buku, yang akhirnya menjualnya ke pembeli individu. Untuk menghindari penghitungan ganda, hanya harga buku terakhir yang digunakan untuk menghitung PNB. Nilai dari transaksi perantara dimasukkan ke dalam biaya akhir.
  2. PNB hanya menggunakan nilai keluaran yang saat ini diproduksi. Oleh karena itu, tidak termasuk penjualan barang bekas dan rumah yang ada. Misalnya, PNB memasukkan mobil baru di banyak dealer tetapi bukan mobil bekas yang dijual di tempat yang sama.

Supply and Demand

Sementara PNB mengukur total penawaran (supply) output yang diproduksi selama periode tertentu, PNB juga harus sama dengan total permintaan (demand)(dengan asumsi tidak ada tabungan dalam suatu perekonomian).

Permintaan total untuk output domestik terdiri dari lima komponen: konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi, ekspor neto, dan pembayaran faktor netto.

Baca juga: Sistem Ekonomi Campuran

Bagaimana Menghitung Produk Nasional Bruto (PNB)?

Karena PNB harus sama dengan total permintaan untuk keluaran, maka PNB dapat diekspresikan secara matematis dengan:

PNB=C+G+I+NX+NFP

Perhitungannya dipecah sebagai berikut:

  • Konsumsi (C) adalah pengeluaran konsumsi aktual sektor rumah tangga. Ini terdiri dari makanan, pakaian, dan semua pengeluaran konsumen. Konsumsi sejauh ini merupakan komponen PNB terbesar dan mencapai sekitar dua pertiga dari total permintaan.
  • Barang dan jasa (G) adalah komponen terbesar berikutnya dari pembelian pemerintah. Item ini termasuk gaji pegawai pemerintah, pertahanan nasional, dan belanja pemerintah negara bagian dan lokal. Pembayaran transfer pemerintah, seperti kompensasi pengangguran, tidak termasuk.
  • Pengeluaran investasi (I) bukanlah yang biasa kita pikirkan ketika kita membahas investasi. Itu tidak termasuk pembelian saham dan obligasi. Sebaliknya, pengeluaran investasi mencakup pengeluaran bisnis yang akan meningkatkan kemampuan berproduksi di masa depan. Belanja inventaris, peningkatan modal, dan mesin bangunan termasuk dalam kategori ini. Investasi dalam pembangunan perumahan juga disertakan.
  • Komponen ekspor neto (NX) sama dengan ekspor (barang dan jasa yang dibeli oleh orang asing) dikurangi impor (barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk dalam negeri). Untuk beberapa waktu AS telah membeli lebih banyak barang dan jasa asing daripada yang dijualnya di luar negeri, yang menciptakan defisit perdagangan, sehingga mengurangi PNB-nya.
  • Terakhir, pembayaran faktor bersih (NFP) adalah jumlah pembayaran bersih yang dibayarkan perekonomian kepada orang asing untuk input yang digunakan dalam memproduksi barang dan jasa, dikurangi uang yang diterima perekonomian untuk menjual faktor produksi yang sama.

Pentingnya PNB

Pembuat kebijakan mengandalkan Produk Nasional Bruto sebagai salah satu indikator ekonomi penting. PNB menghasilkan informasi penting tentang manufaktur, tabungan, investasi, lapangan kerja, hasil produksi perusahaan besar, dan variabel ekonomi lainnya.

Pembuat kebijakan menggunakan informasi ini dalam menyiapkan kertas kebijakan yang digunakan legislator untuk membuat undang-undang. Para ekonom mengandalkan data PNB untuk menyelesaikan masalah nasional seperti inflasi dan kemiskinan.

Saat menghitung jumlah pendapatan yang diperoleh penduduk suatu negara terlepas dari lokasinya, PNB menjadi indikator yang lebih dapat diandalkan daripada PDB.

Dalam perekonomian global, individu menikmati banyak peluang untuk memperoleh penghasilan, baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Saat mengukur data yang begitu luas, PNB memberikan informasi yang tidak termasuk dalam ukuran produktivitas lainnya.

Jika penduduk suatu negara terbatas pada sumber pendapatan domestik, PNB akan sama dengan PDB, dan itu akan menjadi kurang berharga bagi pemerintah dan pembuat kebijakan.

Informasi yang diberikan oleh PNB juga membantu dalam menganalisis neraca pembayaran. Neraca pembayaran ditentukan oleh perbedaan antara ekspor suatu negara ke luar negeri dan nilai produk dan jasa yang diimpor.

Defisit neraca pembayaran berarti bahwa negara tersebut mengimpor lebih banyak barang dan jasa daripada nilai ekspornya. Surplus neraca pembayaran berarti nilai ekspor suatu negara lebih tinggi daripada impornya.

Baca juga: Ekonomi Mikro

PNB vs GDP

Produk Nasional Bruto (PNB) dan Produk Domestik Bruto (PDB) mengukur nilai pasar dari produk dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian.

Istilah-istilah tersebut berbeda dalam hal apa yang merupakan ekonomi karena PDB mengukur tingkat produksi domestik sementara PNB mengukur tingkat keluaran penduduk suatu negara terlepas dari lokasinya.

Perbedaannya berasal dari fakta bahwa mungkin ada banyak perusahaan dalam negeri yang memproduksi barang untuk seluruh dunia, dan mungkin ada perusahaan milik asing yang menghasilkan produk di dalam negeri.

Jika pendapatan yang diperoleh perusahaan domestik di luar negeri melebihi pendapatan yang diperoleh perusahaan asing di dalam negeri, PNB lebih tinggi dari PDB.

Misalnya, PNB Amerika Serikat adalah $ 250 miliar lebih tinggi daripada PDBnya karena tingginya jumlah kegiatan produksi oleh warga AS di negara-negara luar negeri.

Sebagian besar negara di dunia menggunakan PDB untuk mengukur aktivitas ekonomi di negara mereka. A.S. menggunakan Produk Nasional Bruto sebagai ukuran utama kegiatan ekonomi hingga tahun 1991 ketika mengadopsi PDB.

Saat membuat perubahan, Biro Analisis Ekonomi (BAE) mengamati bahwa PDB adalah indikator ekonomi yang lebih sesuai dari total aktivitas ekonomi di Amerika Serikat.

PNB adalah indikator ekonomi yang berguna, terutama saat mengukur pendapatan suatu negara dari perdagangan internasional. Kedua indikator ekonomi tersebut harus dipertimbangkan ketika menilai kekayaan bersih ekonomi suatu negara untuk mendapatkan posisi ekonomi yang akurat.

Kesimpulan

  • PNB mengukur output penduduk suatu negara terlepas dari lokasi aktivitas ekonomi sebenarnya yang mendasarinya
  • Pendapatan dari investasi luar negeri oleh penduduk suatu negara dihitung dalam PNB , dan investasi asing di dalam perbatasan negara tidak dihitung. Ini berbeda dengan PDB yang mengukur keluaran dan pendapatan ekonomi berdasarkan lokasi daripada kebangsaan.
  • PNB dan PDB dapat memiliki nilai yang berbeda, dan perbedaan besar antara PNB dan PDB suatu negara dapat menunjukkan integrasi yang besar ke dalam ekonomi global.

Itu dia penjelasan lengkap tentang Produk Nasional Bruto (PNB) mulai dari pengertian, dan juga cara menghitungnya. Semoga dapat bermanfaat untuk menjadi bahan pembelajaran kalian. Terimakasih.